Sabtu, 29 Januari 2011

Tips Bila Orangtua Tidak Merestui Hubungan Anda Dan Pasangan Anda

Sepasang Kekasih
  Memiliki pacar yang Anda sayangi tentu saja sangat menyenangkan. Kehadiran Pasangan bisa membuat hidup anda menjadi lebih berwarna dan bersemangat. Tapi, bagaimana jika perjalanan cinta anda tidak berjalan mulus karena orangtua anda atau orangtua pasangan anda tidak setuju dengan perjalanan cinta yang anda jalani. Kebanyakan orangtua seluruh dunia selalu merasa tahu yang terbaik untuk anaknya, ini tidak dapat dipungkiri karena mereka memang lebih banyak mendapatkan pengalaman hidup dari pada kita sebagai seorang anak. Tetapi apakah juga mencakup calon pasangan hidup Anda? Sebelum anda membuat putusan, sebaiknya mari bersama - sama mengevaluasi situasi hubungan Anda.

  Berikut ini adalah Tips nya :

  1.Tanyakan orangtua Anda mengapa mereka tidak menyukai pacar Anda

  Tentu saja, orangtua punya alasan bila mereka memiliki kesan negatif terhadap seseorang. Tanyakan dengan sopan pada orangtua, mengapa mereka tidak menyukai pasangan Anda.
  Keluhan mereka mungkin berkisar antara fisik, misalnya pacar Anda jauh lebih tua dari usia Anda. Atau mungkin juga karena perilaku pacar Anda yang terlalu lekat dengan Anda, padahal belum menikah.

  2. Tanyakan pada teman-teman Anda

  Berbicaralah dengan teman-teman dekat Anda dan meminta pendapat mereka tentang pacar Anda. Bila ada sesuatu yang kurang sreg, jangan mendebat mereka, sebaliknya dengarkanlah apa yang teman-teman sampaikan.
  Tentunya mereka memiliki pendapat juga dan bila mirip dengan sikap orangtua Anda, maka memang ada masalah dengan pasangan Anda.

  3. Mengevaluasi masalah


  Kumpulkan semua informasi yang dapat tentang si dia. Lalu, evaluasilah. Tanyakan pada diri Anda, apakah akan tetap melanjutkan hubungan berdasarkan apa yang orang lain pikirkan tentang pacar Anda atau tidak.
  Jika pacar Anda dianggap terlalu pemalu, mungkin dia membutuhkan lebih banyak waktu untuk mengenal orang-orang di sekitar Anda. Bila pacar tidak menghormati orangtua Anda, Anda mungkin memang harus meninggalkannya.
   Pada akhirnya, kata hati Anda sendirilah yang akan menentukan apakah kicah cinta ini akan berlanjut atau tidak.

  4. Evaluasi hubungan Anda


  Anda harus memastikan mengapa menyukainya atau mempertahankannya. Apakah ini karena cinta pertama?      Apakah Anda dipaksa oleh rekan-rekan untuk mempunyai pacar? Apakah Anda merasa bahwa Anda harus punya pacar untuk menjadi orang yang ‘normal’?
  Apakah karena semata-mata untuk memenuhi kebutuhan seksual atau apakah Anda melihat diri Anda akan menikah dengannya? Anda dapat menggunakan "alasan" untuk mengevaluasi apakah akan melanjutkan hubungan atau tidak.

 5. Mengevaluasi sikapnya terhadap Anda Apakah pacar Anda memperlakukan Anda dengan hormat atau dia menganggap Anda sebagai "pelacurnya"? Apakah dia pernah merugikan Anda baik secara fisik maupun emosional? Jika jawabannya tidak berada pada sisi positif, mungkin Anda perlu untuk mengakhiri hubungan.









0 komentar:

Poskan Komentar